![]() |
| source : whatsapp |
Tema : Menguak Dapur Penerbit Mayor
Resume ke : 11
Gelombang : 19
Narasumber : Edi S. Mulyanta
“Hidup itu seperti bersepeda. Kalau kamu ingin menjaga keseimbanganmu, kamu harus terus bergerak maju.” – Albert Einstein
Hari rabu adalah waktu dimana saya
mengikuti kegiatan pelatihan menulis PGRI. Tidak terasa saya sudah mengikuti beberapa
pertemuan dan sekarang saya sudah menginjak pertemuan ke – 11. Secangkir teh
manis hangat mengawali saya untuk menulis malam ini. Tidak lupa saya siapkan kedua
kawan baik saya, yakni gawai dan laptop tua kesayangan. Tidak ada hal yang
paling indah selain diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu dan dimudahkan
jalan untuk menggapainya. Alhamdulillah..
nikmatnya karunia yang telah Allah berikan.
Waktu sudah menjukan pukul 19.00 WIB, dan tiba lah saatnya saya dapat suntikan ilmu yang luar biasa dari sang narasumber. Acara kali ini dibuka oleh ibu moderator, yakni bu Sri Sugianti yang lebih akrab disapa bu Kanjeng. Narasumber kali ini pun tidak main – main, beliau adalah bapak Edi S. Mulyanta sebagai Publishing Consultant Andi Publisher. Tema yang akan dibahas adalah Menguak Dapur Penerbit Mayor.
Semenjak terbitnya UU no. 3 Tahun 2017, penulis dan penerbit telah dilindungi undang – undang secara penuh. Lalu diikuti pula oleh Peraturan Pemerintah No 75 tahun 2019. Dalam undang – undang tersebut dijelaskan secara detail bagaimana seorang penulis mengajukan naskah hingga menjadi buku.
![]() |
| source : whatsapp |
![]() |
| source : whatsapp |
Dalam dunia penerbitan dikenal
dengan istilah penerbit mayor dan penerbit minor/indie. Hal tersebut sebenarnya
tidak ada dalam undang – undang, hanya saja ini hal alamiah yang terjadi.
Penerbit mayor adalah sebuah penerbit yang menerbitkan buku dengan skala besar.
Penerbit mayor biasanya mampu menjangkau pemasaran buku skala nasional sehingga
jumlah produksinya pun lebih banyak dari penerbit indie. Toko – toko buku pun
menjadi sasaran empuk pemasaran buku penerbit mayor.
Di era pandemi ini, perubahan
pola distribusi buku berlangsung cukup signifikan. Jika dulu toko buku menjadi
pusat marketing dunia penerbitan, saat ini justru berubah hal tersebut drastis
dikarenakan banyaknya toko buku yang mengalami penutupan.
Menurut pak Edi, identifikasi
tema buku menjadi sangat penting saat keadaan di masa pandemi ini. Maka dari
itu, banyaknya buku ter-up date mengenai covid-19 ini dibutuhkan dan banyak pula
penulis yang menulis tentang hal tesebut. Tentunya kesiapan penulis sangat
dibutuhkan, sehingga penerbit sendiri mempunyai database penulis handal di
bidang ini. Penerbit Andi sendiri kini sedang mencoba untuk memenuhi permintaan
cetak minimal 10 eksamplar hingga 300 eksamplar.
Disamping penjualan secara offline, Penerbit Andi pun saat ini mencoba memproduksi buku dalam bentuk digital atau e-book. Kita bisa mengunjungi website bukudigital.my.id untuk melihat buku digital yang telah diproduksi Penerbit Andi.
![]() |
| Koleksi buku digital Penerbit Andi source : whatsapp |
Salah satu trik dari pak Edi agar mempercepat terbitnya buku adalah dengan mengikuti arahan PP no 75, yakni dengan melakukan editing mandiri oleh penulis. Hal tersebut akan sangat berpengarug sehingga membantu singkatnya proses editing oleh penerbit.
“Sukses adalah menyukai diri sendiri, menyukai apa yang kamu lakukan, dan menyukai caramu melakukannya”. – Maya Angelou



























16 komentar
bagus...tulisannya
ReplyDeleteTerimakasih pak🙏
DeleteMantab Bu sukses dan sehat selalu
ReplyDeleteTerimakasih pak Edi atas ilmunya🙏
DeleteBagus ulasannya Bu, kalimat pembukanya keren
ReplyDeleteSukses selalu, ya.
ReplyDeleteWow...keren...pembuka penutupnya menginspirasi, isi ringkas padat..semangat...sukses bersama
ReplyDeleteMantap pak tulisannya
ReplyDeleteMantap Bu tulisan nya
ReplyDeleteSudah keren bu tulisannya
ReplyDeleteSemoga dengan informasi yang mengispirasi ini, dapat memotivasi, hingga segera tercapai untuk mewujudkan buku yang di siapkan dan di impikan
ReplyDeleteInformatif, sukses, semoga segera menjadi buku
ReplyDeleteGood Bu.
ReplyDeleteSukses ya bu
ReplyDeleteSangat inspiratif... Semangat dan sukses selalu
ReplyDeleteDi kemas dengan bahasa yang sangat menarik. Semoga sukses
ReplyDelete