![]() |
| source : whatsapp |
Resume ke : 25
Gelombang : 19
Narasumber : Much. Khoiri
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” -Pramoedya Anata Toer
Alunan lagu Indonesia Pusaka
berkumandang mengawali pertemuan kelas menulis PGRI malam ini. Pertemuan kali
ini sangat berbeda dari biasanya, karena pertemuan tidak dilakukan di group
whatsapp, yakni pertemuan zoom
meeting.
Tepat pukul 19.30 WIB, Omjay sang
guru Blogger membuka pertemuan kali ini sebagai moderator. Narasumber kali ini
adalah Prof. Khoiri. Beliau adalah seorang dosen di salah satu Universitas di Universitas
Negeri Surabaya. Banyak buku yang telah beliau terbitkan, salah satunya buku
Sapa Ora Sibuk. Tema pertemuan kali ini adalah Menulis dalam Kesibukan.
Semua orang nyatanya sibuk. Setiap
orang mempunyai kesibukan masing – masing. Ada yang sibuk bekerja, sibuk memasak, bahkan sibuk melakukan aktivitas lain. Selagi manusia
hidup pastinya akan sibuk, maka jangan menyalahkan kesibukan. Dibalik
kesibukan akan selalu ada kesempatan. Dalam hal ini kita harus bisa memanage
kesibukan. Kesibukan pun harus bisa kita siati. Hal ini pun tergantung bagaimana
sikap kita memandang kesibukan. Ambil aksi tertentu untuk menyiasati
kesibukan. Salah satunya adalah dengan menulis. Setelah itu, kita bisa
menikmati kesibukan.
Penulis akan selalu memikirkan apa yang ingin ditulisnya. Setiap harinya akan selalu memikirkan tentang menulis apa. Dalam melakukan ativitas pun, penulis akan sibuk untuk memikirkan tulisan - tulisan yang akan ditulisnya.
“When you speak, your words echo only across the room, or down the hall. But when you write, your words echo down the ages.” –Bud Gardner
![]() |
| source : dok pribadi |
Mendidik diri menulis tidak hanya
membuat diri ini kompeten dalam menulis di bidang menulis, namun dapat
menegakkan prinsip “reward and punishment”. Maksud dari reward and punishment
ini adalah bagaimana kita mendisiplinkan diri mendapat reward saat melampaui
target dan hukuman jika tidak melampaui target menulis kita.
![]() |
| source : dok pribadi |
1. Tetapkan Niat Menulis
Niat bisa menjadi daya dorong
ketika ada godaan menulis dan daya tahan ketika ada ujian.
2. Rajinlah membaca
Rajinlah membaca karena itu penting. Menyiasatinya adalah dengan menyediakan berbagai macam buku atau bacaan di sekitar kita.
"If you read good books, when you write, good books will come out of you". -Natalie Goldberg
Maksud dari menulis dalam hati adalah dengan membatin. Memikirkan sesuatu sehingga dapat menghasilkan sebuah ide.
"All good ideas arrive by chance".-Marx Earnst
6. Menulis di Waktu Utama
Tentukan waktu utama dalam menulis.
7. Manfaatkan Waktu Luang
Pergunakan waktu luang sebaik - baiknya dengan menulis.
8. Menulis yang Dialami
Ini adalah hal yang paling mudah. Kita bisa menulis apa saja yang kita alami.
9. Menulis yang dirasakan
Segala emosi dapat kita tuangkan kedalam tulisan kita.
10. Menulis dengan Riang
Hanya ketika bahagialah, seseorang mampu melahirkan karya tulis yang terbaik.
11. Menulis yang banyak
Kita bisa melihat beberapa orang
"Dengan menulis yang banyak, orang belajar keras untuk menulis dengan bagus". - Robert Southey
12. Membuat Motto dahsyat
Buatlah motto penyemangat yang dapat ditempel di tembok kamar, wallpaper hp atau di tempat - tempat yang bisa kita jangkau dan lihat. Tujuannya agar dapat memotivasi dalam menulis.
![]() |
| source : power point |
Mulailah segala sesuatu dengan basmallah, dan akhiri dengan hamdalah.
![]() |
| source : dok pribadi |
Prof Khoiri mengatakan jika kita menginvestasikan tulisan, maka kita akan memanen buah - buah tulisan. Menulislah tentang kebaikan dalam arti luas), agar hasil panen juga berupa kebaikan. Kecambah - kecambahnya akan terus bertumbuh dan berkembang biak hingga di hati pembaca lintas generasi.



























