![]() |
| source : whatsapp |
Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Resume ke : 13
Gelombang : 19
Narasumber : Sudomo, S.Pt.
“Semoga kita tidak lupa alasan kita bertualang. Lensa terbaik adalah mata. Kamera terbaik adalah otak kita. Jangan Cuma foto tercipta, namun lupa untuk merangkai cerita”. – Firsa Besari
Alunan
adzan isya sudah berkumandang di penjuru bumi Bandung malam ini. Hujan bergemericik
tipis hingga membasahi seluruh permukaan pori – pori tanah. Meski hujan,
nampaknya hal itu tidak membuat udara disekitar menjadi dingin. Udara sedikit
hangat seperti biasanya, mungkin karena ini memasuki bulan Agustus. Musim disini
memang tidak menentu, bukan?
Laju beberapa kendaraan yang lalu
– lalang di jalan raya menjadi alunan pengantar malam ini untuk memulai aktifitas
rutin harian saya untuk menulis. Tidak terasa, sekarang saya sudah menginjak
pertemuan ke – 13 kelas menulis PGRI. Tepat pukul 19.00 WIB, Om Jay sang guru
Blogger Indonesia membuka acara. Pertemuan kali ini akan dipandu bu Aam, dengan
sang moderator bapak Sudomo. Tema pada pertemuan hari ini adalah Kiat Menulis
Cerita Fiksi.
Sekilas mengenai narasumber, Pak
Sudomo adalah seorang guru IPA di SMA Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Beliau
aktif menulis dan menerbitkan beberapa buku, yakni Di Penghujung Pelukan
(2017), Kelas menulis Gelombang 16 Dalam Bentuk Cerita Fiksi (2021), Dong Ayok
Ke Lombok (2013), dan masih banyak lagi.
Berikut ini salah satu blog dari pak
Sudomo.
https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/
![]() |
| source : whatsapp |
Fiksi adalah cerita rekaan dalam
karya sastra. Cerita fiksi bisa kita dapatkan dalam sebuah novel, cerpen, prosa,
puisi, pantun dan lain – lain. Menulis fiksi ini sangat penting, khususnya bagi
guru. Dengan menulis fiksi, seorang guru dapat dengan mudah membuat soal
latihan bagi murid. Lalu, menerbitkan cerita fiksi pun dapat menjadi syarat
kenaikan pangkat. Selain itu pun ada beberapa manfaat lainnya, diantaranya:
1. Sebagai Passion dalam bidang kepenulisan
2. Sebagai upaya menyembuhkan diri
3. Sebagai eksplorasi kemampuan
menulis.
Menurut pak Sudomo, ada beberapa syarat
utama dalam menulis fiksi, diantaranya:
1. Komitmen
2. Riset
3. Membaca karya fiksi
4. Mempelajari KBBI dan PUEBI
5. Memahami dasar menulis fiksi
6. Menjaga konsisten dalam menulis
![]() |
| source : whatsapp |
Ada berbagai macam bentuk dalam
dunia kepenulisan cerita fiksi, diantaranya
adalah fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela dan novel.
Dari banyaknya macam jenis fiksi ini perbedaan yang mendasar terdapat pada
konflik ceritanya. Lalu selain itu isi pun mempengaruhi jenis – jenis fiksi
yang tersedia.
![]() |
| source : whatsapp |
1. Tema, ide pokok cerita
2. Premis, adalah ringkasan cerita
dalam satu kalimat. Dalam kaliimat tersebut terdiri dari karakter, tujuan
tokoh, rintangan/halangan dan resolusi. Pak sudomo memberikan contoh premis
sebagai berikut:
Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang
harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi.
Dari contoh diatas, maka
penjabarannya adalah :
Karakter : anak
Tujuan Tokoh : kedamaian bumi
Rintangan : melawan penyihir
jahat
Resolusi : belajar sihir
3. Alur/plot, struktur rangkaian
kejadian dalam cerita
4. Penokohan, penjelasan selangkah
demi selangkah detail karakter dalam cerita
5. Latar/setting, penggambaran
tempat, waktu dan suasana
6. Sudut pandang, Cara penulis
menempatkan diri terhadap cerita
Kiat Menulis Fiksi
![]() |
| source : whatsapp |
1. Niat, dalam menulis tentunya
harus kita niatkan dalam hati terlebih utama.
2. Baca karya orang lain, ini
mungkin tidak banyak orang tau. Namun, sering membaca adalah kunci dari
terciptanya berbagai banyaknya diksi, gaya bahasa dan ide dalam pikiran kita.
Maka perbanyaklah membaca karya orang lain
3. Ide dan Genre, tulislah fiksi
yang disukai dan kita kuasai. Jangan lupa untuk mencatat setiap ide yang ada
dalam pikiran kita.
4. Outline, outline adalah kerangka
tulisan pembentuk cerita fiksi.
5. Menulis, bagaimana kita membuka
cerita, pengenalan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita,
susunan kalimat pendek dan jelas, pemilihan kata, teknik show don’t tell, dan ending yang baik
6. Swasunting, biasanya dilakukan setelah kita selesai menulis. Ingat!! Jangan menyunting sambil menulis! Fokuskan penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan dan logika cerita. Berpeganglah pada KBBI dan PUEBI.
![]() |
| source : whatsapp |
"Penulis hebat adalah pembaca novel yang hebat." - Kang Encon





























12 komentar
Lengkap dan tertatavrapi. Semoga dapat menjadi referensi dalam menulis cerita fiksi. Swmangat terus, Ibu.
ReplyDeleteTerimakasih bu Ros
DeleteKeren, menginspirasi...
ReplyDeleteTerimakasih bu
DeleteMantap motivasinya 👍
ReplyDeleteTerimakasih bu
DeleteHebat, lengkap
ReplyDeleteTerimakasih telah berkunjung pak
DeleteSemangatmu terus menyala ditandai nukilan kata memotifasi menjadikan resum semakin berisi..lanjut..sukses selalu
ReplyDeleteAamiin, Terimakasih telah berkunjung pak
DeleteWah bisa selengkap ini ya terinci dan rapi 😄
ReplyDeleteTerimakasih telah berkunjung bu
Delete