Kiat Menulis Cerita Fiksi

By Nurul Pratiwi - 07:23

source : whatsapp

Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi

Resume ke : 13

Gelombang : 19

Narasumber : Sudomo, S.Pt.

“Semoga kita tidak lupa alasan kita bertualang. Lensa terbaik adalah mata. Kamera terbaik adalah otak kita. Jangan Cuma foto tercipta, namun lupa untuk merangkai cerita”. – Firsa Besari

Alunan adzan isya sudah berkumandang di penjuru bumi Bandung malam ini. Hujan bergemericik tipis hingga membasahi seluruh permukaan pori – pori tanah. Meski hujan, nampaknya hal itu tidak membuat udara disekitar menjadi dingin. Udara sedikit hangat seperti biasanya, mungkin karena ini memasuki bulan Agustus. Musim disini memang tidak menentu, bukan?

Laju beberapa kendaraan yang lalu – lalang di jalan raya menjadi alunan pengantar malam ini untuk memulai aktifitas rutin harian saya untuk menulis. Tidak terasa, sekarang saya sudah menginjak pertemuan ke – 13 kelas menulis PGRI. Tepat pukul 19.00 WIB, Om Jay sang guru Blogger Indonesia membuka acara. Pertemuan kali ini akan dipandu bu Aam, dengan sang moderator bapak Sudomo. Tema pada pertemuan hari ini adalah Kiat Menulis Cerita Fiksi.

Sekilas mengenai narasumber, Pak Sudomo adalah seorang guru IPA di SMA Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Beliau aktif menulis dan menerbitkan beberapa buku, yakni Di Penghujung Pelukan (2017), Kelas menulis Gelombang 16 Dalam Bentuk Cerita Fiksi (2021), Dong Ayok Ke Lombok (2013), dan masih banyak lagi.  

Berikut ini salah satu blog dari pak Sudomo.

https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/

 

source : whatsapp
Mengapa Kita Harus Menulis Fiksi?

Fiksi adalah cerita rekaan dalam karya sastra. Cerita fiksi bisa kita dapatkan dalam sebuah novel, cerpen, prosa, puisi, pantun dan lain – lain. Menulis fiksi ini sangat penting, khususnya bagi guru. Dengan menulis fiksi, seorang guru dapat dengan mudah membuat soal latihan bagi murid. Lalu, menerbitkan cerita fiksi pun dapat menjadi syarat kenaikan pangkat. Selain itu pun ada beberapa manfaat lainnya, diantaranya:

1. Sebagai Passion dalam bidang kepenulisan

2. Sebagai upaya menyembuhkan diri

3. Sebagai eksplorasi kemampuan menulis.


Menurut pak Sudomo, ada beberapa syarat utama dalam menulis fiksi, diantaranya:

1. Komitmen

2. Riset

3. Membaca karya fiksi

4. Mempelajari KBBI dan PUEBI

5. Memahami dasar menulis fiksi

6. Menjaga konsisten dalam menulis

source : whatsapp
Bentuk – Bentuk Cerita Fiksi

Ada berbagai macam bentuk dalam dunia kepenulisan cerita fiksi, diantaranya  adalah fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela dan novel. Dari banyaknya macam jenis fiksi ini perbedaan yang mendasar terdapat pada konflik ceritanya. Lalu selain itu isi pun mempengaruhi jenis – jenis fiksi yang tersedia.

source : whatsapp
Ada pun unsur – unsur pembentuk cerita fiksi, yakni :

1. Tema, ide pokok cerita

2. Premis, adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Dalam kaliimat tersebut terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan dan resolusi. Pak sudomo memberikan contoh premis sebagai berikut:

Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi.

Dari contoh diatas, maka penjabarannya adalah :

Karakter : anak

Tujuan Tokoh : kedamaian bumi

Rintangan : melawan penyihir jahat

Resolusi : belajar sihir

3. Alur/plot, struktur rangkaian kejadian dalam cerita

4. Penokohan, penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita

5. Latar/setting, penggambaran tempat, waktu dan suasana

6. Sudut pandang, Cara penulis menempatkan diri terhadap cerita

Kiat Menulis Fiksi

source : whatsapp
Menulis sebuah fiksi tentunya akan sangat berbeda saat kita menulis artikel atau pun tulisan non fiksi. Banyak sekali aspek yang harus diperhatikan. Nah, berikut ini saya mendapatkan kiat – kiat praktis dalam menulis fiksi, yakni:

1. Niat, dalam menulis tentunya harus kita niatkan dalam hati terlebih utama.

2. Baca karya orang lain, ini mungkin tidak banyak orang tau. Namun, sering membaca adalah kunci dari terciptanya berbagai banyaknya diksi, gaya bahasa dan ide dalam pikiran kita. Maka perbanyaklah membaca karya orang lain

3. Ide dan Genre, tulislah fiksi yang disukai dan kita kuasai. Jangan lupa untuk mencatat setiap ide yang ada dalam pikiran kita.

4. Outline, outline adalah kerangka tulisan pembentuk cerita fiksi.

5. Menulis, bagaimana kita membuka cerita, pengenalan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pemilihan kata, teknik show don’t tell, dan ending yang baik

6. Swasunting, biasanya dilakukan setelah kita selesai menulis. Ingat!! Jangan menyunting sambil menulis! Fokuskan penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan dan logika cerita. Berpeganglah pada KBBI dan PUEBI.

source : whatsapp
"Penulis hebat adalah pembaca novel yang hebat." - Kang Encon

  • Share:

You Might Also Like

12 komentar