Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan

By Nurul Pratiwi - 01:58

source : whatsapp

Tema     : Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan

Resume ke : 8

Gelombang Ke : 19

Narasumber : Thamrin Dahlan, SKM, M.Si


"Jika seseorang ingin melihat dunia, maka membacalah. Tapi jika ingin dikenal maka manulislah". – Imam Syafi’i

Buku adalah jedela dunia dan penulis adalah pekerja peradaban. Seorang penulis menjadi besar akan pandangannya terhadap dunia. Baitan halus jemarinya menghasilkan tulisan – tulisan indah yang tak lekang oleh zaman. Namanya pun abadi tak tergerus zaman.

Saya mendapat kesempatan untuk mendapatkan hikmah dan ilmu yang luar biasa pada pertemuan ke-8 Pelatihan Menulis PGRI. Pak H. Thamrin Dahlan, SKM, M.Si didapuk menjadi narasumber kali ini. Beliau adalah seorang penggiat literasi yang sudah menerbitkan 40 buku. Selain itu, beliau pun aktif sebagai dosen. Tema yang beliau angkat kali ini mengenai Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan.

Menulis adalah aktivitas menuangkan ide atau gagasan, sedangkan buku adalah objek-nya. Di zaman yang serba canggih ini, sudah banyak kemudahan untuk menerbitkan sebuah buku. Menerbitkan buku tidak serumit dahulu. Tulisan – tulisan yang sudah kita tulis jangan hanya menjadi pajangan dan pemenuh memori komputer saja. “Segera kumpulkan dan kirim ke penerbit!” begitulah ucap pak Thamrin Dahlan dalam kuliah singkatnya di Whatsapp Group kemarin.

source : whatsapp

Tulisan – tulisan itu ibarat air mengalir. Tetes demi tetes bergabung menjadi satu, mengalir jauh mencari tempat terendah akhirnya bermuara di lautan.

Itulah buku. Sejatinya buku adalah kumpulan tulisan nan tersarak. Selaiknya karya gemilang, olah pikir perlu diselamatkan menjadi kitab.

Buku adalah muara tulisan

-Thamrin Dahlan

Sejatinya, semua orang bisa menulis. Saat seseorang fasih dalam berbicara, maka ia pun dipastikan bisa menulis. Menulis tidaklah sulit. Menulis adalah pekerjaan memindahkan apa yang kita ucapkan kedalam peralatan menulis. Namun terkadang, ketakutan dan rasa kurang percaya diri kita menyebabkan sulitnya kita menulis. Padahal, sesungguhnya kita mampu dan bisa. Alah bisa karena biasa.

Bagaimana caranya agar kita senang menulis? Tulislah apa yang kamu senangi. Ide yang luar biasa akan datang silih berganti dengan mudahnya jika kita menyukai apa yang kita tulis. Maka, mulailah untuk menulis sesuatu yang kita sukai. Berikut ini ada 3 kategori tulisan yang saya dapatkan dari pak Thamrin Dahlan, diantaranya:

1. Artikel Deskriptif

Untuk menggambarkan atau melaporkan. Biasanya dalan tuliosan ini akan dibutuhkan azas 5W1H. Contohnya bisa kita lihat dalam artikel reportase, liputan bahkan laporan.

2. Artikel Eksplanatif

Tulisan eksplanatif hanya menerangkan dan mengupas permasalahan secara mendalam. Contohnya adlaah dalam karya ilmiah dan jurnal.

3. Fiksi

Tulisan fiksi menuntut penulis untuk menuangkan segala inspirasi dunia maya kedalam sebuah tulisan yang  tak terpisahkan dari seni. Contohnya adalah cerpen, novel dan pantun.

source : whatsapp

Kapan Waktu Menulis?

Tidak bisa dipastikan kapan waktu yang baik untuk menulis, karena setiap orang mempunyai kebiasaan menulisnya masing – masing. Ada yang senang menulis di waktu senggang, sedang menunggu, sebelum  tidur bahkan ba’da subuh. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah sejatinya kita harus bisa meluangkan waktu setiap hari minimal 1 jam untuk menulis. Menapa demikian? Karena jika hanya menunggu senggang saja, terkadang bagi orang yang mempunyai jadwal padat akan kesulitan dan pada akhirnya tidak menulis.

source : whatsapp

“Harimau mati meninggalkan belang

Gajah mati meninggalkan gading

Manulis wafat meninggalkan nama

Masalahnya nama Manulisa itu tercantum domana?

Apakah hanya di

Buku nikah

Buku Tabungan

Buku Yasin

Batu Nisan

Kenapa tidak nama kita tercantum di cover depan sebuah atau beberapa buku”.

-Thamrin Dahlan

Berikut adalah penggalan paragraf yang saya dapatkan dari pertemuan kemarin. Saya sangat setuju dengan apa yang dipaparkan beliau. Buku adalah tanda keabadian bahwa seorang manusia pernah hadir di muka bumi ini. Banyak sekali para penulis hebat yang namanya masih harum dan bahkan dikenal khalayak ramai sampai detik ini. Sebut saja Buya Hamka, Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, NH Dini, dan masih banyak lagi. Meskipun telah tiada, namun karya dan nama nya tak tergerus zaman, masih abadi hingga saat ini.   

source : whatsapp

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar