![]() |
| source : whatsapp |
Tema : Mengenal Penerbit Indie
Resume ke : 5
Gelombang : 19
Narasumber : Mukminin, S.Pd., M.Pd.
“Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakannu di akhirat kelak”. – Ali bin Abi Thalib
Berikut adalah kutipan pembuka
yang disampaikan oleh pak Mukminin, S.Pd., M.Pd dalam pelatihan belajar menulis
PGRI di pertemuan ke 5. Menulis tidak hanya sebagai hobi, namun bisa menjadi
refleksi diri untuk berbagi dan menebar manfaat terhadap sesama. Siapa pun bisa
menjadi penulis. Namun, butuh tekad dan perjuangan yang panjang untuk benar –
benar bisa terlatih menulis.
Setiap penulis pastinya ingin
menerbitkan buku, bukan? Tidak sulit untuk menerbitkan sebuah buku. Kita
perlukonsisten dan mempunyai motivasi yang tinggi agar tulisan kita dapat
selesai dan tembus ke penerbit.
Ada 5 tahapan yang perlu kita
ketahui untuk menerbitkan sebuah buku, diantaranya:
1. Prawriting
Dalam tahapan ini, seorang
penulis harus sudah mempunyai ide apa yang akan ditulisnya. Selain itu, penulis
harus peka terhadap sekitar sehingga setiap kejadian yang terjadi di sekitar
kita dapat dijadikan ide terhadap tulisan. Lalu, yang paling penting dari
tahapan ini adalah seorang penulis harus banyak membaca buku.
2. Drafting
Di tahapan ini, penulis mulai
menulis apa saja yang ingin ditulis. Tulisannya bisa berupa artikel, novel,
puisi, dsb. Di tahapan ini, seorang penulis harus bisa merangkai kata agar
dapat menarik minat pembaca.
3. Revisi
Revisi sangat penting untuk
memilah- milah tulisan mana yang akan tetap digunakan atau pun dibuang.
4. Editting
Dalam tahapan ini, kita bisa
merevisi tanda baca dan kaidah penulisan yang sesuai dengan EBBI sebelum masuk
penerbit
5. Publikasi
Lalu yang terakhir adalah tahapan
publikasi, dimana tulisan sudah siap di terbitkan berupa buku.
Dalam dunia penerbitan, terdapat
istilah penerbit Mayor dan penerbit Indie. Kedua hal tersebut sangatlah
berbeda. Penerbit Mayor adalah penerbit
dengan berskala besar atau nasional. Sedangkan penerbit indie adalah penerbit
independen atau mandiri. Berikut ini perbedaan Penerbit Mayor dan Penerbit
Indie menerutur Pak Mukminin, diantaranya:
1. Jumlah cetakan penerbit Mayor
Penerbit mayor dapat mencetak
buku secara masal. Buku yang dicetak di cetakan petama minimal 1000 eksemplar.
Penjualannya akan disalurkan melalui toko – toko buku. Sedangkan penerbit indie
hanya mencetak berkala sesuai pesanan. Untuk penjualannya melalui media online.
2. Pemilihan Naskah yang Terbit
Penerbit mayor akan ekstra hari –
hari dalam setiap pemilihan naskah. Tidak semua penulis bisa masuk sesuai
dengan kriteria penerbit mayor, bukan hal yang aneh jika beberapa penulis
mengalami penolakan. Sedangkan dalam penerbit indi, tidak menolak naskah sama
sekali selama karya tersebut asli dan layak untuk dipublikasikan.
3. Profesionalitas
Penerbit mayor sudah pasti sangat
profesional dikarenakan sudah termasuk kedsalam perusahan berskala besar. Sedangkan
penerbit indi pun sama – sama profesional.
4. Waktu Penerbitan
Pada umumnya, butuh waktu yang
lama sebuah penerbit mayor untuk mengkonfirmasi suatu naskah. Hal itu bisa
menghabiskan waktu 1-3 bulan. Bahkan ada yang bertahun – tahun. Sedangkan
penerbit indi akan langsung memproses naskah yang sudah dikirim.
5. Royalti
Royalti yang umum diterima oleh
penerbit mayor maksimal 10% dari total penjualan. Sedangkan penerbit indie
adalah 15-20%
6. Biaya penerbitan
Biaya penerbitan di penerbit
mayor tentunya gratis. Hal tersebutlah yang menyebabkan adanya proses yang
panjang dalan menerbitkan naskah di penerbit mayor. Sedangkan penerbit indie
berbayat dengan aturan disetiap penerbitnya masing – masing.
























0 komentar