Yuk! Lebih Kenal dengan Dunia Penerbitan

By Nurul Pratiwi - 02:13

source : whatsapp

Tema : Mengenal Penerbit Indie

Resume ke : 5

Gelombang : 19

Narasumber : Mukminin, S.Pd., M.Pd.

“Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakannu di akhirat kelak”. – Ali bin Abi Thalib

Berikut adalah kutipan pembuka yang disampaikan oleh pak Mukminin, S.Pd., M.Pd dalam pelatihan belajar menulis PGRI di pertemuan ke 5. Menulis tidak hanya sebagai hobi, namun bisa menjadi refleksi diri untuk berbagi dan menebar manfaat terhadap sesama. Siapa pun bisa menjadi penulis. Namun, butuh tekad dan perjuangan yang panjang untuk benar – benar bisa terlatih menulis.

Setiap penulis pastinya ingin menerbitkan buku, bukan? Tidak sulit untuk menerbitkan sebuah buku. Kita perlukonsisten dan mempunyai motivasi yang tinggi agar tulisan kita dapat selesai dan tembus ke penerbit.

Ada 5 tahapan yang perlu kita ketahui untuk menerbitkan sebuah buku, diantaranya:

1. Prawriting

Dalam tahapan ini, seorang penulis harus sudah mempunyai ide apa yang akan ditulisnya. Selain itu, penulis harus peka terhadap sekitar sehingga setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita dapat dijadikan ide terhadap tulisan. Lalu, yang paling penting dari tahapan ini adalah seorang penulis harus banyak membaca buku.

2. Drafting

Di tahapan ini, penulis mulai menulis apa saja yang ingin ditulis. Tulisannya bisa berupa artikel, novel, puisi, dsb. Di tahapan ini, seorang penulis harus bisa merangkai kata agar dapat menarik minat pembaca.

3. Revisi

Revisi sangat penting untuk memilah- milah tulisan mana yang akan tetap digunakan atau pun dibuang.

4. Editting

Dalam tahapan ini, kita bisa merevisi tanda baca dan kaidah penulisan yang sesuai dengan EBBI sebelum masuk penerbit

5. Publikasi

Lalu yang terakhir adalah tahapan publikasi, dimana tulisan sudah siap di terbitkan berupa buku.

Dalam dunia penerbitan, terdapat istilah penerbit Mayor dan penerbit Indie. Kedua hal tersebut sangatlah berbeda.  Penerbit Mayor adalah penerbit dengan berskala besar atau nasional. Sedangkan penerbit indie adalah penerbit independen atau mandiri. Berikut ini perbedaan Penerbit Mayor dan Penerbit Indie menerutur Pak Mukminin, diantaranya:

1. Jumlah cetakan penerbit Mayor

Penerbit mayor dapat mencetak buku secara masal. Buku yang dicetak di cetakan petama minimal 1000 eksemplar. Penjualannya akan disalurkan melalui toko – toko buku. Sedangkan penerbit indie hanya mencetak berkala sesuai pesanan. Untuk penjualannya melalui media online.

2. Pemilihan Naskah yang Terbit

Penerbit mayor akan ekstra hari – hari dalam setiap pemilihan naskah. Tidak semua penulis bisa masuk sesuai dengan kriteria penerbit mayor, bukan hal yang aneh jika beberapa penulis mengalami penolakan. Sedangkan dalam penerbit indi, tidak menolak naskah sama sekali selama karya tersebut asli dan layak untuk dipublikasikan.

3. Profesionalitas

Penerbit mayor sudah pasti sangat profesional dikarenakan sudah termasuk kedsalam perusahan berskala besar. Sedangkan penerbit indi pun sama – sama profesional.

4. Waktu Penerbitan

Pada umumnya, butuh waktu yang lama sebuah penerbit mayor untuk mengkonfirmasi suatu naskah. Hal itu bisa menghabiskan waktu 1-3 bulan. Bahkan ada yang bertahun – tahun. Sedangkan penerbit indi akan langsung memproses naskah yang sudah dikirim.

5. Royalti

Royalti yang umum diterima oleh penerbit mayor maksimal 10% dari total penjualan. Sedangkan penerbit indie adalah 15-20%

6. Biaya penerbitan

Biaya penerbitan di penerbit mayor tentunya gratis. Hal tersebutlah yang menyebabkan adanya proses yang panjang dalan menerbitkan naskah di penerbit mayor. Sedangkan penerbit indie berbayat dengan aturan disetiap penerbitnya masing – masing.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar