![]() |
| source : whatsapp |
Resume ke : 10
Gelombang: 19
Narasumber : Agus Subardana
Buku adalah sumber ilmu terbaik bagi siapa pun yang membacanya.
Senin malam saya berkesempatan untuk mengikuti pertemuan ke 10 kelas menulis PGRI. Jika sebelumnya saya terlambat mengikuti kelas dan mengumpulkan rangkuman di hari berikutnya, Alhamdulillah, kali ini Allah memberi saya kesempatan mengikuti kelas dengan on time sampai selesai. Laptop dan gawai telah stand by siap sedia digunakan untuk menemaniku menulis hari ini. Perut pun sudah ku isi sebelum pukul 19.00 WIB agar tidak berteriak - teriak meminta haknya di tengah jalan saat saya sedang menulis.
Tepat pukul 19.00 WIB, kata sambutan dibuka oleh Om Jay sang Guru Blogger
Indonesia. Om Jay mempersilahkan Bu Aam Nurhasanah yang didapuk sebagai
moderator yang memimpin jalannya acara. Kali ini narasumbernya pun bukan main –
main, yakni pak Agus Subardana. Beliau adalah perwakilan dari Penerbit Andi
sebagai Direktur Marketing. Penerbit Andi adalah salah satu penerbit mayor yang
malang melintang di kancah penerbitan Indonesia.
Buku adalah jendela dunia dan
gudangnya ilmu pengetahuan. Berbagai informasi bisa kita dapatkan dalam sebuah
buku. Maka tidak heran jika pemerintah gencar mendorong warganya untuk
membangun budaya membaca hingga dini.
Di era pandemi covid – 19 ini,
dunia penerbitan mengalami penurunan yang drastis dari sisi penjualan. Hal
tersebut disampaikan oleh pak Agus Subardana. Banyak dari beberapa penerbit
yang gulung tikar dikarenakan tidak bisa bertahan di masa pandemi ini. Adu pun
beberapa diantaranya membatasi distribusi buku ke toko buku dikarenakan
turunnya omset penjualan di toko buku. Dikarenakan dampak pandemi pun, strategi
yang digunakan untuk penjualan buku berbeda pula dari biasanya. Digital
marketing menjadi salah satu kunci dalam melakukan transformasi penerbitan
buku.
![]() |
| source : whatsapp |
Pak Agus sangat menjelaskan
secara detail mengenai bagaimana berjalannya marketing pemasaran di penerbitan,
khusunya Penerbit Andi. Jadi, Penerbit Andi ini sudah 40 tahun lamanya malang
melintang di dunia penerbitan Indonesia. Buku yang diterbitkan pun sudah lebuh
dari 10.000 buku dan dibagi menjadi 32 katagori.
Pak Andi membagi beberapa
strategi pemasaran dalam mempertahankan penjualan di masa pandemi, diantaranya:
1. Pemasaran buku melalui sarangan
udara/online
Penjualan ini bisa melakukan
pemasaran melalui marketplace, social media, wesite, dll.
2. Pemasaran buku lewat komunitas
Group komunitas ini sangat
penting, karena bisa menjadi sarana untuk menjual buku yang ampuh. Kita bisa
menawarkan buku tersebut kepada rekan – rekan kita.
3. Pemasarah buku melalui serangan
darat/offline
![]() |
| source : whatsapp |
Banyak sebagian buku yang tutup
sementara akibat dari PPKM yang sedang berlangsung. Namun, itu tidak membuat penerbit
melewatkan strategi penjualan jenis ini. Penerbit akan menawarkan buku ke
beberapa toko dan bahkan instansi untuk memasarkan bukunya.
![]() |
| source : whatsapp |



























12 komentar
At the end of the meeting, Mr. Agus gave motivation to the participants. He said not to stop working through books, because it can educate the nation's life through the work of literacy. The book will not be timeless, until whenever it will continue to be needed by the community.
ReplyDeleteThank you for visiting my page omjay..
DeleteAlhamdulillah, on time. Semoga seterusnya. Resume yang dibuat sepenuh hati. Isinya bagus untuk menjadi referensi. Semangat terus, Ibu.
ReplyDeleteTerimakasih Bu Ros, semangat selalu
Deletemuantab..singkat padat berisi... maaju terus..semangat
ReplyDeleteTerimakasih pak sudah berkunjung
DeleteSemangat bu, semoga nanti berikut bisa terus on time
ReplyDeleteTerimakasih pak
DeleteTulisan yang bagus
ReplyDeleteMembuat pembaca menjadi fokus....
Terimakasih bu
DeleteAssalamu Alkm, Maaf Bunda saya anggota baru mohon kritikan, bimbingan dan masukannya semoga saya bisa juga menjadi penulis seperti Bunda
ReplyDeleteWaalaikumsalam, terimakasih pak telah berkunjung, saya pun masih sama sama belajar🙏
Delete