RAIHLAH PRESTASI DENGAN MENULIS!

By Nurul Pratiwi - 08:00

 

source : whatsapp

Tema   :   Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

Resume ke : 6

Gelombang : 19

Narasumber : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.

“Menulislah agar hidupmu bermakna, menulislah agar hidupmu berwarna, menulislah hari ini agar engkau dikenang esok hari”. – AAM NURHASANAH

Menulis diibaratkan sebuah refleksi pesan kehidupan. Saat seorang penulis menggerakkan pena nya dalam selembar kertas, setiap kata dan asanya menjadi sebuah pesan kehidupan. Kumpulan karya seorang penulis dapat menjadi cahaya dan pedoman bagi sebuah generasi. Persis seperti apa yang dikatakan HB. Yassin, “Menulis adalah sebuah tonggak dari peradaban”.

Saya jadi ingat, saat masih sekolah SMA dulu saya pernah menulis di blog ini dengan judul Menulis untuk Memajukan Generasi Bangsa (Silahkan baca disini). Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa saat kita mengabaikan menulis, itu artinya kita masuk kedalam golongan manusia yang terbelakang. Tentunya kita tidak ingin hal demikian terjadi, bukan?

Menulis dapat menjadikan seseorang meraih mimpi – mimpinya. Berprestasi melalui media tulisan tentunya bukan perkara yang mudah. Butuh ketekunan dan motivasi yang kuat untuk meraihnya. Itulah yang saya dapatkan dari kelas menulis PGRI. Pada pertemuan ke-6 saya berkesempatan untuk mendapat ilmu dan wejangan yang luar biasa dari seorang narasumber hebat peraih Juara 1 Lomba Blog PGRI Tingkat Nasional Tahun 2021. Beliau bernama Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.

Saya sangat terkagum – kagum dengan kemampuan Bu Aam dalam menulis. Menulis bisa membawa bu Aam berprestasi hingga tingkat nasional. Selain lomba blog, beliau berhasil masuk 10 besar lomba blog HUT AISEI. Selain 3 buku solo, beliau berhasil menerbitkan beberapa buku antologi bersama rekan – rekan penulis lain. Beberapa buku beliau pun sudah terbit dan menembus ke penerbit mayor. Sungguh pencapaian yang luar biasa! Berikut ini saya tampilkan beberapa buku solo beliau.

source : whatsapp
source whatsapp

Ternyata, perjalanan menulis bu Aam tidaklah lurus – lurus saja. Beliau sempat bergabung dalam kelas menulis PGRI gelombang 8, lalu terhenti kemudian. Namun, semangat beliau tidak goyah. Bu Aam akhirnya memupukkan kembali rasa percaya dirinya dengan semangat dan konsisten untuk mengulang di gelombang 12, lalu berhasil menyelesaikannya dengan baik. Mimpi bu Aam tidak hanya terhenti untuk menjadi seorang penulis. Beliau berhasil menjadi moderator, editor dan juga sebagai kurator.

Saya dibuat takjub lagi oleh seorang narasumber hebat yang bermimpi besar. Bagi saya, bu Aam sangat memotivasi saya untuk menulis dan berani bermimpi. Usia tidak menjadi syarat seseorang untuk berhenti bermimpi. Mimpi memang berawal dari angan semata. Namun tatkala mimpi dibaurkan dengan semangat dan kerja keras, mimpi – mimpi itu akan menjadi realita.

“Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah untuk melangkah”. – Bong Chandra

 

  • Share:

You Might Also Like

14 komentar

  1. Wow...enak sekali menikmati alur cerita tulisan ini. Rasa mau lagi dan mau lagi.

    ReplyDelete
  2. Gaya tulisan yang dikemas dengan bahasa sendiri, menjadi memukau👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih ibu Mae sudah berkunjung, ibu pun sudah banyak meninspirasi saya🙏

      Delete
  3. Salut, teruslah menulis agar naik kelas lagi

    ReplyDelete
  4. Luarr biasaa resumenya sangat indah dan bermakna. Di kemas dengan gaya dan sudut pandang sendiri. Pesan sangat sampai kepada pembaca. Terima kasih atas resumenya. Sungguh ulasan yang luar biasa. Resumenya daging semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih bu Aam. Ibu sudah sangat menginspirasi saya untuk menulis🙏

      Delete
  5. Semoga mimpi kita jadi kenyataan

    ReplyDelete
  6. Sungguh bermakna, pemilihan bahasa yg ok dan asik membacanya
    👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

    ReplyDelete