A : Hmmmm...
B : Kenapa?
A : Sedih dehh.. Pengen nangis T.T
B : Hah? Nangis? Buat apa kamu nangis, ga ada gunanya banget dehh..
Well, barusan adalah percakapan dua orang remaja putri yang sedang bercakap - cakap tentang kehidupannya.
Perempuan A ingin sekali menagis karena keadaannya. Sedangkan perempuan B hanya menyepelekannya. Nangis? Kenapa harus nagis? Kenapa perempuan bisanya hanya nagis? Nagiss.. nagis..nagis...
Tidak sedikit orang yang berkata bahwa menagis adalah pekerjaan yang tidak berguna. Bahkan bila perempuan menangis, terkadang kaum perempuan tersebut disebut manja, cengeng, dll. Padahal jika dilihat dari kegunaannya, nangis sangat bermanfaat untuk kita. Bila hati sedang resah, gundah, sedih bahkan galau dan tidak tahu harus berbuat apa, menagis sangat efektif untuk digunakan untuk meluapkan perasaan diri. Tentunya sesudah menagis perasaan dan hati pun akan sedikit tenang. Nahh, saya punya satu cerita dari tentang cinta.com. Ceritanya sangat bagus. So, read this out!!!
Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, "Ibu, mengapa ibu menangis?"
Ibunya menjawab, "Sebab ibu adalah perempuan, nak."
"Saya tidak mengerti ibu," kata si anak.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kau memang tak akan mengertiĆ¢€¦"
Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. "Ayah, mengapa ibu menangis?"
"Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas," sang ayah menjawab.
"Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan."
Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?" Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar
jawapannya:
"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar.
"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
"Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.
"Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.
"Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya.
Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak..?
"Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
"Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah "air mata kehidupan."
And that's the end of the story. Is it so interesting, isn't it?? So, don't be afraid of cryng, because it's a life tears. Tapi, jika sudah nagis jangan terlalu terlarut dalam kesedihan ya, karena ada kehidupan bahagia yang sedang menunggu ^^























0 komentar