Menulis Dalam Kesibukan

By Nurul Pratiwi - 07:21

source : whatsapp
Tema : Menulis Dalam Kesibukan

Resume ke : 25

Gelombang : 19

Narasumber : Much. Khoiri

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” -Pramoedya Anata Toer 

Alunan lagu Indonesia Pusaka berkumandang mengawali pertemuan kelas menulis PGRI malam ini. Pertemuan kali ini sangat berbeda dari biasanya, karena pertemuan tidak dilakukan di group whatsapp, yakni pertemuan zoom meeting. 

Tepat pukul 19.30 WIB, Omjay sang guru Blogger membuka pertemuan kali ini sebagai moderator. Narasumber kali ini adalah Prof. Khoiri. Beliau adalah seorang dosen di salah satu Universitas di Universitas Negeri Surabaya. Banyak buku yang telah beliau terbitkan, salah satunya buku Sapa Ora Sibuk. Tema pertemuan kali ini adalah Menulis dalam Kesibukan.

Semua orang nyatanya sibuk. Setiap orang mempunyai kesibukan masing – masing. Ada yang sibuk bekerja, sibuk memasak, bahkan sibuk melakukan aktivitas lain. Selagi manusia hidup pastinya akan sibuk, maka jangan menyalahkan kesibukan. Dibalik kesibukan akan selalu ada kesempatan. Dalam hal ini kita harus bisa memanage kesibukan. Kesibukan pun harus bisa kita siati. Hal ini pun tergantung bagaimana sikap kita memandang kesibukan. Ambil aksi tertentu untuk menyiasati kesibukan. Salah satunya adalah dengan menulis. Setelah itu, kita bisa menikmati kesibukan.

Penulis akan selalu memikirkan apa yang ingin ditulisnya. Setiap harinya akan selalu memikirkan tentang menulis apa. Dalam melakukan ativitas pun, penulis akan sibuk untuk memikirkan tulisan - tulisan yang akan ditulisnya.

When you speak, your words echo only across the room, or down the hall. But when you write, your words echo down the ages.” –Bud Gardner

source : dok pribadi
Mendidik Diri Menulis

Mendidik diri menulis tidak hanya membuat diri ini kompeten dalam menulis di bidang menulis, namun dapat menegakkan prinsip “reward and punishment”. Maksud dari reward and punishment ini adalah bagaimana kita mendisiplinkan diri mendapat reward saat melampaui target dan hukuman jika tidak melampaui target menulis kita.

source : dok pribadi
13 Strategi Jitu Menulis

1. Tetapkan Niat Menulis

Niat bisa menjadi daya dorong ketika ada godaan menulis dan daya tahan ketika ada ujian.

2. Rajinlah membaca

Rajinlah membaca karena itu penting. Menyiasatinya adalah dengan menyediakan berbagai macam buku atau bacaan di sekitar kita.

"If you read good books, when you write, good books will come out of you". -Natalie Goldberg

 3. Gunakan alat perekam

Abadikan setiap kejadian menggunakan alat perekam atau pun gawai. 

4. Tentukan Waktu Menulis

Ini sangat penting! Tentukan waktu utama untuk menulis agar kita terbiasa menulis.

5. Menulis dalam Hati

Maksud dari menulis dalam hati adalah dengan membatin. Memikirkan sesuatu sehingga dapat menghasilkan sebuah ide.

"All good ideas arrive by chance".-Marx Earnst

6. Menulis di Waktu Utama

Tentukan waktu utama dalam menulis. 

7. Manfaatkan Waktu Luang

Pergunakan waktu luang sebaik - baiknya dengan menulis.

8. Menulis yang Dialami

Ini adalah hal yang paling mudah. Kita bisa menulis apa saja yang kita alami.

9. Menulis yang dirasakan

Segala emosi dapat kita tuangkan kedalam tulisan kita.

10. Menulis dengan Riang

Hanya ketika bahagialah, seseorang mampu melahirkan karya tulis yang terbaik.

11. Menulis yang banyak

Kita bisa melihat beberapa orang 

"Dengan menulis yang banyak, orang belajar keras untuk menulis dengan bagus". - Robert Southey

12. Membuat Motto dahsyat

Buatlah motto penyemangat yang dapat ditempel di tembok kamar, wallpaper hp atau di tempat - tempat yang bisa kita jangkau dan lihat. Tujuannya agar dapat memotivasi dalam menulis.

source : power point  
13. Menulis dengan Doa

Mulailah segala sesuatu dengan basmallah, dan akhiri dengan hamdalah.

source : dok pribadi
Investasi Tulisan Mulai Sekarang!!

Prof Khoiri mengatakan jika kita menginvestasikan tulisan, maka kita akan memanen buah - buah tulisan. Menulislah tentang kebaikan dalam arti luas), agar hasil panen juga berupa kebaikan. Kecambah - kecambahnya akan terus bertumbuh dan berkembang biak hingga di hati pembaca lintas generasi. 

  • Share:

You Might Also Like

5 komentar