Membagi Keahlian Untuk Dunia

By Nurul Pratiwi - 06:38

Air sudah menjadi lahan penghidupan umat manusia. Tanpa air manusia tidak akan hidup. Banyak diantaranya tempat – tempat yang dilanda kekeringan atau kekurangan air. Di negri ini pun tidak jarang diancam kekeringan. Tapi sebaliknya, apa jadinya jika suatu tempat kelebihan air atau menampung pasokan air yang sangat berlebihan. Tentu saja hal demikian dapat mengakibatkan banjir.
Banjir sudah tidak asing lagi untuk kita. Setiap tahun banjir selalu saja datang melanda tak terkecuali Daerah Khusus Ibukota Jakarta.  Faktor rendahnya kontur tanah kota Jakarta yang menyebabkannya sering banjir.

Lain Jakarta lain pula Belanda
Belanda adalah salah satu Negara yang kontur tanahnya rendah. Hampir seluruh wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut. Jika dirata – ratakan letaknya berada + 1 meter dibawah laut, bahkan salah satu wilayahnya ada ada yang lebih rendah dari permukaan laut yakni 7 meter.
Tetapi, orang Belanda tidak diam saja. Mereka bekerja keras untuk menemukan cara terbaik agar mengatasi masalah tersebut. Dan.. hasilnya dapat terlihat jelas sekarang. Semua wilayah Belanda yang berbatasan dengan laut khususnya dibagian utara, dibuatlah bangunan besar yang kokoh layaknya benteng besar yang biasanya sering kita sebut tanggul (Belanda: dijk).

Lahirlah Para Kreator dan Inovator
Penuntasan dalam permasalahan di Belanda itulah, menuntut orang Benda sendiri untuk kreatif. Maka, lahirlah para insinyur Belanda sebagai kreator untuk menciptakan berbagai macam tanggul. Maka, pada tahun 1932 dibuatlah tanggul Afsluitdijk. Selain kegunaanya untuk menahan air laut, tanggul ini pun dapat menjadi tempat rekreasi. Keindahan dari Afsluitdijk mampu menghipnotis wisatawan internasional.
Tidak cukup dengan membuat tanggul saja, para insinyur Belanda sudah menciptakan beberapa inovasi. Salah satunya adalah eXtra Self Rising Water Barrier. Tanggul pintar ini bekerja secara otomatis dan dapat  menyesuaikan ketinggian air. Selain itu alat ini bekerja ketika permukaan air naik.
Selain eXtra Self Rising Water Barrie, tahun 2010 lalu ada pula pembaharuan baru yang memanfaatkan bangunan atau gedung. Sangat brilian, konsepnya adalah menggunakan gedung yang merupakan kombinasi kompleks perumahan dan tempat parkir yang berfungsi sebagai tanggul untuk mencegah banjir. Bukti konkritnya dapat ditemukan di kompleks perumahan dan garasi di Zwijndrecht.

Lantas, siapa yang memelihara tanggul – tanggul di Belanda?
Pada abad ke-12, dibentuklah Dewan Air. Sampai saat ini, ada lebih dari 30 dewan air yang beroperasi. Ketika permukaan air sedang tinggi, para Dewan Air ini biasanya berpatroli di tanggul dan berupaya untuk mencegah kebocoran tanggul. Tugas dari dewan air ini tidak lain adalah untuk memelihara tanggul - tanggul  agar tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.

Membagi ilmu kepada dunia
Sudah tidak diragukan lagi keahlian insinyur Belanda dalam membuat tanggul. Tapi, hal itu tidak membuat mereka tinggi hati. Keahlian mereka dipergunakan untuk kepentingan orang banyak. Buktinya, Belanda menyediakan tenaga ahli untuk pembangunan dam raksasadi pesisir Jakarta(rnw.nl).
 Hal demikian adalah satu dari beribu – ribu jenis kreatifitas orang – orang belanda. Tidak heran bahwa insinyur – insinyur Belanda memang sangat hebat dalam memanajemen air dinegaranya. Kreatifitas orang Belanda bermanfaat untuk orang banyak. Kita harus mengambil banyak pelajaran dari mereka. Agar dapat menjadi pribadi yang maju, kreatif dan inovatif.

Sumber:
http://www.keblug.com/tanggul-pintar-dari-belanda.html
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/tinggal-dan-parkir-di-atas-tanggul

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar